SURAU: Educational Engineering

Manapak Jajak, Menemukan Potensi Diri Sedini Mungkin

Sebuah Impian (24) : Resign

Posted by Zulfikri Anas on June 25, 2013

Dalam pandangan agama, minimal ada empat alasan mengapa kita dilahirkan. Salah satunya adalah “untuk memenuhi janji kita dengan Allah. Allah berfirman bahwa “setiap nyawa yang Aku berikan, Aku perhitungkan dengan matang”, setiap kita direncanakan untuk apa kita dilahirkan. Tidak ada manusia yang terlahir secara kebetulan, semua berada dalam perencanaan-Nya.

Hidup itu adalah panggilan (calling). Kehidupan memanggil kita jauh sebelum kita dilahirkan. Tidak ada manusia yang terlahir sia-sia. Martin Sihombing (Penulis buku “I Love Monday”) menyebutnya sebagai “kavling”. “Kita sesungguhnya sudah punya “kavling” tertentu dalam hidup ini dan kalau kita berada dalam “kavling” kita itu kita akan dapat memberikan diri kita yang terbaik.

Terkait dengan itu, makna kita bekerja adalah “memenuhi panggilan”. Dengan kata lain, tujuan kita bekerja adalah untuk mengaktualisasikan diri sesuai dengan potensi terbesar kita. Dalam konteks ini juga, keberhasilan suatu pekerjaan tidak bergantung kepada bidang apa, melainkan kesesuaian antara potensi terbesar kita dengan jenis pekerjaan yang kita geluti. Apapun bidangnya, sepanjang itu sesuai dengan potensi terbesar kita, Insya Allah kita akan berhasil karena semua itu terjadi atas panggilan. Bekerja adalah panggilan jiwa, panggilan hati.

“Itulah yang dimaksud dengan calling kita. Pekerjaan baru akan menjadi sesuatu yang membahagiakan kalau pekerjan tersebut sesuai dengan calling kita. Sebaliknya pekerjaan yang tidak sesuai dengan calling kita walaupun ditunjang dengan penghasilan dan lingkungan kerja yang baik tidak akan pernah memberikan kebahagiaan dan kepuasan batin. Namun banyak orang yang bertahan dalam pekerjaan yang tidak sesuai dengan potensi terdalam mereka semata-mata demi uang. Mereka telah mengorbankan calling mereka untuk fasilitas dan kesenangan yang semu.

Salah satu saat terbaik untuk resign adalah ketika kita menyadari bahwa perusahaan atau instansi tempat kita bekerja menjalankan bisnis atau pekerjaan yang bertentangan dengan nilai-nilai kebaikan. Kalau kita bekerja di perusahaan ataun instansi yang menyuburkan ketidakadilan, melakukan penipuan, sulap-menyulap, penyuapan dan penyelundupan maka tidak ada jalan lain kita harus resign sesegera mungkin.

Dalam hal ini kita tidak perlu terlalu banyak pertimbangan karena kita percaya bahwa rejeki itu datangnya dari Tuhan dan Tuhan selalu berada di jalan kebaikan.” (Sihombing, 2013)

Indikator lain yang harus menjadi pertimbangan pada saat kita akan memutuskan resign antara lain:

• Kerja dibawah tekanan
Tekanan dalam hidup berdampak positif terhadap peningkatan kualitas hidup kita, seperti hukum Archimedes, fungsi tekanan adalah memperbesar “power”. Namun, jika kita merasa bekerja dibawah tekanan, dan tekanan itu bukan lagi dalam kapsitas sebagai tantangan yang memacu adrenalin, tapi tekanan yang tidak bisa dipahami oleh akal sehat mengapa itu terjadi. Tekanan tersebut dapat menjadi alasan yang bagus untuk keluar karena bekerja dibawah tekanan yang tidak karuan itu akan membuat kita tersiksa sedangkan hasil yang diberikan kepada perusahaan atau instansi tempat kita bekerja juga kurang optimal.

Sebaiknya Jangan paksakan diri kita ketika kita merasakan bekerja seperti robot, kita diperlakukan sebagai mesin, tanpa ada penghargaan terhadap kita sebagai manusia.

• Suasana kerja tidak nyaman
Suasana kerja merupakan salah satu hal yang mempengaruhi psikologis kita. Sebenarnya suasana ini dapat diatasi. Namun, jika kita sudah berusaha untuk mengatasinya berulang kali dan masih saja tidak nyaman, maka jalan lebih baik mencari tempat kerja baru. Memaksakan diri kita untuk tetap bertahan di sebuah tempat kerja dengan kondisi yang tidak produktif hanya akan membuat kinerja dan produktivitas kita kurang maksimal.

• Pekerjaan tidak menjanjikan untuk masa depan
Jika kita sudah menekuni pekerjaan kita sekarang selama bertahun–tahun namun tidak ada kesempatan untuk berkembang, saatnya untuk memutuskan melakukan sesuatu yang lebih bermakna di tempat lain. Semoga!. (ZA, dari berbagai Sumber)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: