SURAU: Educational Engineering

Manapak Jajak, Menemukan Potensi Diri Sedini Mungkin

Sebuah Impian (6) : “Kisah Dua Bocah Anak Pulau”

Posted by Zulfikri Anas on April 16, 2010

Alam adalah guru sekaligus sahabat

Dua orang bocah asyik mendayung sampan. “Pagi ini cuaca agak mendung, dan angin di laut cukup kencang, tentunya ketinggian gelombang laut berbeda dari biasanya”, salah seorang anak bergumam, namun kedengaran oleh temannya. Temannya mengiyakan, “kita harus hati-hati”. Kedua bocah sepuluh tahunan ini adalah siswa kelas IV SD yang bersiap-siap berangkat ke sekolah. Antara rumah dan sekolah berbeda pulau. Meskipun jaraknya tidak terlalu jauh, namun medan yang dilalui oleh anak-anak pulau ini untuk sampai ke sekolah sangat memerlukan ketangkasan, dan ketangkasan itu diasah lewat pengalaman.

Bagi mereka, kondisi  gelombang, ombak dan angin yang sering memainkan sampan mereka adalah sahabat sehari-hari. Satu hal yang harus mereka jaga, yaitu posisi sampan harus persis di puncak gelombang, jika tidak, mereka akan hanyut.

Dari jauh, terlihat gelombang, cukup besar, dengan gesit keduanya mengendalikan perahu dengan pendayung kayu, siiii…….ppppp, perahu itu persis bertengger di puncak gelombang, wajahnya basah kena biasan air, namun, buku-bukunya aman. Sebuah strategi jitu!

Kedua bocah ini boleh disebut ilmuwan muda, ya ilmuwan terapan. Apa yang ia lakukan itu adalah terapan dari beberapa teori dalam fisika, matematika, biologi, bahasa, IPS, Agama, PKn dan sebagainya. Berbagai kompetensi  merekatunjukkan dengan baik, kolaborasi, kerjasama, menghitung dan  menggunakan waktu, membaca dan memanfaatkan  peluang, menggunakan peralatan dengan tepat, efektifitas, efesiensi, percaya diri, survive, dan banyak lagi.  Namun sayangnya apa yang ia miliki itu menjadi “NOL” begitu ia berada di dalam kelas. Setelah sampai di kelas, ia belajar sesuatu yang asing yang dibawa dari daerah lain.

Sehari-hari mereka bergaul dengan ribuan jenis biota laut, namun ke tika di kelas pada saat  mereka di  minta menjelaskan ikan laut yang mereka  ketahui, jawabanya “ikan hiu, ikan tongkol, ikan teri, ikan lumba-lumba”. Ikan yang umumnya diketahui orang di mana-mana. Berbagai jenis ikan yang ia temui sehari-sehari yang beragam ukuran dan warna, hilang dalam ingatan mereka. Ketika ditanya mengapa demikian, “kan tidak ada dalam pelajaran,  di buku pelajaran yang kami gunakan juga tidak ada Pak”, jawabnya polos.  Maksudnya, buku pelajaran (bukuk teks) yang mereka  gunakan hanya menceritakan tentang ikan tertentu saja, ikan-ikan yang umumnya diketahui oleh orang-orang yang berasal bukan dari laut.

Pembelajaran itu telah merampas apa yang mereka miliki  dan buku teks itu telah manjadi racun bagi mereka!. Andaikan tidak begitu, mereka adalah calon-calon ilmuwan dan ahli kelautan yang mungkin dibutuhkan oleh negara-negara lain di dunia. Mereka memiliki peluang besar untuk go-internasional, bukan mustahil nanti ia akan menjadi konsultan kelautan di Jerman, bukan sebaliknya seperti saat ini. Indonesia, negara maritim, menyewa konsultan kelautan dari Jerman yang “tidak punya” laut, dan bayarannya sangat mahal.

Itulah perlunya kita memciptakan kurikulum yang bersahabat dengan anak, sebagaimana alam yang akrab dan ramah sama mereka!. (Zulfikri Anas).

4 Responses to “Sebuah Impian (6) : “Kisah Dua Bocah Anak Pulau””

  1. prolock said

    kisah yang sangat menakjubkan,,
    this is giving us a motivation.🙂

    • Terimakasih, terkadang kita berfikir, sesuatu yang semestinya mudah dilaksanakan, namun selalu saja ada yang berupaya untuk membuat rumit. Kita tidak bisa menghindar dari kenyataan bahwa kita telah “gagal” mendidik anak-anak bangsa ini dengan benar. ……..semoga ini menjadi inspirasi bagi semua….terimaksih ..

  2. wiena said

    4 tahun baru saya temukan artikel ini, so inspiring, makasih tulisannya pak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: